Minggu, 14 Desember 2014

Welcome


Hari tak pernah berenti untuk berjalan, bagaikan rod yang terus berputar. Hidup seperti daun yang tertiup angin, akan terombang-ambing kesana-kemari. Seperti hidup kita yang akan terpengaruh kesana-kesini. Benda hidup akan tumbuh dan memulai hdup untuk mencari jati dirinya. Ketika benda itu bangkit, ia ingin berusaha sendiri, dengan mandiri. Ia memiliki sesuatu keinginan untuk singgah di dermaga lain, di tempat dimana ia merasa nyaman, lebih nyaman dari tempat sebelumnya. Karena hidup seperti daun yang terbawa angin, benda itupun memiliki hal yang sama, ia terombang ambing di bawa-bawa oleh masalah, resiko, dan bencana. Tetapi karena keinginannya yang kuat dan hanya sau tujuannya. Ia memberanikan diri untuk melewati halangan dan rintangan itu demi menuju dermaga yang ia tuju. Tempat yang membuatnya nyaman.
13th.







Jumat, 03 Oktober 2014

Hari makin hari berlalu, tapi gue tetep ga dapetin lo Ca. gue bukan siapa-siapa, gue juga bukan apa-apa di mata lo. Tapi tetep gue yakin dapetin lo, Ca.
“Ca!”
“Eh Ki, ada apa?” Senyuman lo itu Ca, gapernah luntur sekalipun.
“Mau pulang ni?”
“Iya Ki, kamu juga mau pulang?” Kesempatan besar buat gue ngajak pulang bareng Caca.
“Ca, kamu pulang sendirian?”
“Iya nih Ki, temen aku udah pada duluan.” Duh gue gemeteran banget ngajak dia pulang bareng aja.
“Loh Ki, kamu kenapa? Dingin?”
“Eh, eng….. gga ko engga hehe.  Ca mau pulang bareng ga?”
“Boleh, yaudah ayo.” Gila! Akhirnya bisa pulang bareg dia juga. Ketiban apa gue semalem.
Selama perjalanan, gue bingung banget harus ngobrolin apa, untungnya Caca doyan ngomong, jadi ga habis tuh topik selama dijalan. Duh betah banget deket lo Ca. “Eh Ki, makasih ya udah dianter.”
“Besok aku anter lagi yah Ca?”
“Eh jangan, lain kali aja ya.” Caca langsung masuk kedalem rumahnya. Kangen berat buat ngeliat mukanya. Eh tapi tenang, masih bisa smsan atau telponan bareng dia ko, kangennya bisa keobatin nih.
Nyampe dirumah, gue langsung sms Caca dengan penuh kebahagiaan.
‘Ca, aku udah di rumah ni, kamu jangan lupa makan yah J Langsung gue sent tuh sms, da berarap Caca balesnya ga jutek dan penuh ke betean. Kalo dia lagi bete, ya biasa sebagai seorang lelaki harus bisa menghibur cewek yang disuka. Terutama Caca. Galama kemudian, Caca bales.
‘Oiya Ki, kamu juga ya J’ Ah gila, gue langsung loncat-loncatan tuh di kamara, saking senengnya sama balesan dia. Apa dia juga suka sama gue ya?


#2

Minggu, 14 September 2014

Tentang lo, Ca.-cerpen

Di hari itu gue mulai suka sama Caca. Hari-hari dimana anak semuran gue sekolah di tingkat Menengah Atas. Gue cuma cowok biasa, ga ganteng, ga keren, tapi aku punya sesuatu yang luar biasa, yaitu suka sama cewek satu sekolahan yang aduh gimana caranya dapetin dia.  
Sekarang gue mulai deket tuh sama tu cewek, sering contact-contact, duh berasa pacarnya deh. Ga lama mikir, basa-basi aja deh sms Caca. “Eh Ca, mau nanya pr dong boleh?”
Ngarep banget sms gue dibales dia. “Oh, mau nanya pr yang mana nih?” “Yang itu ca, IPS lo udah persentasi belom?” “Udah Ki, besok malah aku ulangan.” “Oh gitu ya, Semangat deh ya Ca.”
Gila cuma dibales gitu aja, senengnya minta ampun. Gue ga berani buat jujur sama Caca, kalo gue bilang suka sama dia, gue takut Caca malah jauh. Duh bingung banget. “Maaf  ya Ca, kalo misalnya lo udah nyaman sama gue, tapi gue ga nyatain mulu.”
Tiap hari gue pasti semangat kesekolah, soalnya ada Caca. Kelas dia tuh dipinggir kelas gue, jadi mau ga terpesona gimana coba pas dia lewat ngelewatin kelas gue, apa lagi kalo tu pintu kelas tuh kebuka. Waduh puas banget.
“Ca!” “Iya apa Ki?”
Gemeteran kalo udah deket dia. “Gapapa Ca, eh Ca liat deh disebelah lo ada apa”
Langsung gue cubit tu pipinya. “Ih jai ah, balik nih ke kelas.”
“Eh jangan dong!”
Caca langsung balik badan, terus mau pergi ke keas. Tapi gue ga lupa buat jailin dia sebelum dia balik ke kelas. Gue senggol tuh kakinya. “Aaaaaaaa, Ki amit ih jail!”
“Biarin!”
Caca kesel deh, paling itu Cuma boongan, tar juga baikan lagi. Paling seneng liat ekspresi muka lo kaya gitu Ca.



#1

Selasa, 09 September 2014

Poster film My True Friend

Nih buat kamu yang pengen liat tugas editing aku, udah di upload :) masih biasa aja editannya,ga bagus-bagus amat da

Senin, 08 September 2014

Tutorial Sound Recording

Sound recording tutorial
Mengoperasikan tiang boom


Boom mengambil pola yang sangat terarah. Variasi pengambilan pola tergantung pada mikrofon. Dengan demikian, posisi mikrofon harus disesuaikan. 

Idealnya, mikrofon harus diposisikan di atas dan sedikit di depan subjek; menunjuk ke area mulut atau tenggorokan. jaraknya kira-kira 45 derajat. jangan terlalu jauh dan dekat yang penting dapat dicapai oleh subjek.

Posisi alternatif:






Akan lebih nyaman untuk memegang tiang boom dengan menyandarkannya di bahu.
Jangan batasi dirimu.  posisi tidaklah penting selama kamu bisa bertahan dan mendapatkan hasil suara sesuai dengan yang diinginkan dari boom.


Pengaturan Mikrofon Nirkabel Lavalier :

Biasanya, lavalier di letakan di baju atau dada dan tranmitternya di celana atau saku celana. Lavalier mengambil pola yang omnidirectional. itu mengambil suara yang sama dari semua arah. Biasanya mikrofon lavalier terpotong untuk pakaian atau melekat pada tubuh di atas tingkat jantung pada dada subjek. Pada lavalier mikrofon, untuk mencegah suara lain masuk atau yang sering disebut noise, lavalier mempunyai lingkaran yang dapat melindungi dan memperbaiki dari kejadian itu. Lavalier mikrofon kadang-kadang ditempatkan terbalik untuk mencegah terdengarnya tarikan nafas atau membuang nafas. 







Transmitter

Lavalier mikrofon terhubung dengan transmitter, yang melekat pada pakaian subjek. Cara pemancar dan mikrofon lavalier tersembunyi tergantung pada situasi, skenario dan pakaian subjeknya.






Receiver

Pemancar nirkabel akan mengirim dan menjemput sinyal suara ke receiver. Receiver mentransfer suara ditangkap dengan mixer / recorder melalui kabel. Transmitter dan receiver harus diatur pada saluran dan frekuensi tingkat yang sama agar mereka dapat terhubung. 





Sound Mixer/Recorder


Frekuensi ditangkap pada 48,0 kHz untuk rekaman film dan 44.1 kHz untuk rekaman musik. Tingkat sensitivitas rekaman suara dapat diatur dengan pengaturan gain dan tingkat levelnya, lebih baik untuk mempertahankan tingkat audio pada sekitar -12 dB sampai -6 dB. 


Tidak sepenuhnya bergantung pada headphone, itu tidak memungkinkan Anda untuk mendengar bagaimana itu benar-benar terdengar. sebaliknya, gunakan koordinasi untuk hasil yang lebih baik. 

Menurut Kamu?

Menurut kamu apa hal yang terbaik yang pernah kamu alamin? Menurut kamu, apa hal yang terindah yang kamu rasain sekarang? coba deh kamu sekarang liat diri kamu, siapa kamu, dan kamu harus yakin kalo kamu tuh bisa pede walaupun kamu malu. Dan siapa kamu?

Jumat, 22 Agustus 2014

Kamis, 21 Agustus 2014